sapi.jpg

eMBBbbee’Kk..

Mau nyari apa disini mas…udah pada kukutan kabuweh….boyongan teng kuto…melok transmigasi ..menuju modernisasi ‘..melok tah?

spam.jpg

Coba renungi sejenak , betapa kurangajar nya oran-orang abad modern ini berperilaku . SPam seperti ini pasti sering juga nyelonong ke inbox sampeyan semua.

Demikian juga saya , sekali dua tampaknya biasa saja , tak sampai mengganggu saya . Namun begitu setiap hari dia muncul entah darimana menyusupnya , sampai-sampai saya tengok kebelakang layar monitor saya , jangan-jangan ada bolongan dari sana.

Semprul..ane’ , mau ngga mau terbaca juga produk jualannya .. , dikira saya ini kakek-kakek (ganti: gak mecing) Oom-Oom girang apa? pake nawarin viagra sampek xanax .

Ini pasti kerjaan orang bule’ yang engga tau Pancasila , ngga punya sopan santun ‘bllaass ini misuh juga , namun kali ini bukan sapi yang misuh , tapi giliran saya .

Sampeyan mau misuh juga ndak..
~
Awali dengan topik “[…]” lalu comment .

dokter.jpg

Bila asumsi anda langsung berpikir , bahwa judul posting diatas bermakna “biang kerok” , maka sudah satu kesalahan yang belum apa-apa sudah anda lakukan . (*belum apa-apa udah bingung kan? emang saya buat anda supaya bingung koq*)

Saya ingin berbagi isu burung dan gosip lama yang sudah bukan menjadi rahasia publik lagi. Bahkan oleh beberapa dokter yang pernah saya jadikan tempat konsultasi berobat , perilaku tersebut juga sedikit banyak dibenarkan oleh beberapa kaum profesi mereka sendiri . (*suwer , ini jujur terjadi sama saya*)

Mereka mengatakan , jangan sembarangan membeli resep atau menelan obat yang diberikan pada saya . Hah..! satu nasehat atau saran yang sangat mengejutkan , bagaimana mungkin nasehat tersebut bisa keluar dari mulut seorang dokter juga ? Bukankah itu bermakna juga sebagai pelanggaran “kode etik” profesi ? (*sebenernya saya juga pura2 terkejut , biar kesannya lebih dramatik aja*)

Bagi dokter saya tersebut , kalau toh itu disebut pelanggaran , maka pelanggaran itu semata-mata dia lakukan justru karena tanggung-jawab dan pengabdiannya pada profesinya .

Aneh tapi nyata … , demikianlah kesimpulan saya . (*dramatisir lagi, biar seru*)
Banyak dokter-dokter sekarang ini sebelum membuka praktek nya , mereka sudah melakukan lobi-lobi bisnis dengan pihak-pihak produsen obat-obatan . Artinya bila kita diberi obat oleh salah satu dokter misalnya , maka obat yang diberikan tersebut adalah obat hasil produksi sebuah industri dagang farmasi yang sudah “TST” [baca:tau sama tau] dengan para supliernya [baca:dokternya]

Edan! , ini jaman edan namanya .. pantesan kalau saya terserang penyakit purba (flu) sembuhnya lama sekali , bisa semingguan . Padahal 20 tahun silam cukup dengan tiga harian . (virusnya juga udah bosen nginep ditubuh kita lama-lama) (*yang ini serius..!*)

Huh..ternyata , masih manjuran istri saya , cukup dengan counter pain atau vics (? spell) lalu saya selonjoron …sambil ……sreek…esrrekkk..esreeekkk …

Kerokan judulnya ..! (*kebiasaan orang kampung*)

Mantabz sekali ! langsung gagah lagi walaupun badan belang-bonteng kaya lukisan patung orang jaman dulu .

Bila ada diantara anda yang membaca posting ini berprofesi sebagai dokter : “Hallo dokter … apa kabar …! ” (*kalau anda mauTST sama saya , nanti postingan ini saya hapus deh*)
Awali dengan topik “[…]” lalu 

Alias forum bebas , warung koplo
Konco lan “rewang” hehe , kalau tidak keberatan mampir kesana đŸ™‚ ya

DISINI mas“kalau sampeyan ada waktu . Itu tempat saya ngobrol “agak-agak serius” gitu lho , (*waduh gayane’…sok serius*)

Bukan sok serius deng ..mas , tapi siapa tau eh’saya bisa punya ruang pragmatis yang konkrit (gitu lho..) apalagi kalau bisa membuat saya nabung untuk beli kasur yang baru. đŸ™‚
~
Awali dengan topik “[…]” lalu 

Dave's Cat On Vitamin B Complex

Belum menjadi sebuah kalimat.. , bahkan sebagai sebuah kata yang berdiri sendiripun dia sudah bersayap .

Di Indonesia bila kita dengar kata tersebut langsung terbayang sebuah kamp atau perumahan (biasanya tentara) misalnya kompleks hankam , kejaksaan dan lainnya .

Bila ditempatkan pada ruang psychologis yang berbeda , maka kata tersebut juga bermakna ganda . Tetapi konotasi yang cenderung ‘negatif’ akan lebih dominan muncul , dan biasanya ditujukan pada seseorang yang ambisius atau yang ingin mencapai target spektakuler namun tampak terkesan tidak realistis.

Mengapa manusia cenderung tergiring untuk masuk wilayah dengan kompleksitas yang tinggi ? Misalnya dengan membangun ruang harapan dan mimpi didalam benaknya , bahwa kesempurnaan atau kepuasan itu adalah sesuatu yang mampu kita ciptakan , mampu kita dapatkan atau mampu kita kuasai , dan semuanya itu biasanya bersifat kebendaan atau hasil penemuan sebuah tehnologi .

Padahal kita semua sadar , bahwa ruang-ruang alam yang menyertai kehadiran kita sebagai makhluk hidup , sebagai skala prioritas tidak mungkin dihindari , apalagi dilupakan sebagai sebuah kebutuhan dan sebuah ketergantungan bagi kelangsungan hidup manusia .

Apalagi nyatanya , tehnologi terbukti lebih sering disalah-gunakan fungsi perannya hingga dampak yang kerap kali muncul , adalah kerusakan alam yang ditimbulkannya.

Kemana anda bepergian sekeluarga , disaat waktu senggang tersedia ?
Bagi anda yang ber-ekonomi tinggi tentu st.tropez di France atau Bahama’s Island , bisa juga ke gunung di Austria / Innsbruck misalnya atau minimal Hawwai adalah tempat-tempat dimana “kemewahan alam” masih terjaga yang paling sering dikunjungi manusia untuk mencari ketenangan sekaligus kedamaian .

Atau juga bagi yang ber-ekonomi pas-pas an alias “cekak” , dari yang paling jauh Bali sampai yang paling dekat Puncak atau ke Taman Ria Jaya Ancol (*hehehe..kasian ya.., naik mobil mpet’mpet-an..sumuk deh..*)
Semuanya ber-lomba-lomba ingin dekat dengan alam terbuka , udara yang bersih dan lainnya.

Pada intinya , manusia tidak bisa lepas dari segala keterikatannya pada alam itu sendiri nah.., kalau sudah tau ngga bisa lepas , koq ..sulit banget membangun kesadarannya , agar kita menjaga pohon-pohon supaya jangan ditebas sembarangan . Jangan bikin Mall yang mengunakan lahan penyerapan air misalnya . Atau jangan bikin rumah dempet-dempetan (maksa banget) yang penting deket keramaian , toko , pasar dan hingar-bingar bising lainnya.

Pokoknya manusia itu cenderung “kompleks” peri-kelakuannya , gimana ? pasrah..? dengan pembenaran bahwa ini juga kodrat manusia? ah..semprul..sampeyan.
~
Awali dengan topik “[…]” lalu

biayakan3.jpg

Betawi bilang : mak’di kipe’ lo !
Jawir bilang : Sontoloyo kon!, simbhokne’ an….(sensor)
Manado bilang : e’ ngana cukimai…..(diucapin pake intonasi falset)
English bilang : pakiyu!
Cina jawa bilang : mbojai..ho!
hayo..lainnya apa?

[ silahkan terusin sendiri deh , suka-suka ente’ ]

Bebas berekspresi , sejauh kalimat ente tidak vulgar dan menghina ibu / bapak /saudara dan semua teman-teman saya yang di kebon binatang .
~
Awali dengan topik “[…]” lalu 


Buang angin , hubungannya dengan kepribadian sesorang .
Jika udara yang tecium tak sedap , maka segeralah introspeksi diri.
Sebab anda termasuk orang yang tamak .
~
Awali dengan topik “[…]” lalu

Coba anda tengok berbagai bencana.
Coba anda sadari kemiskinan yang semakin membelenggu masyarakat kita.
Coba anda lihat kebawah,kebodohan yang masih bercokol di masyarakat kita.
Coba anda baca berita di koran ,
dengar radio ataupun lihat media electronik lainnya.
Coba anda lihat ketergantungan ekonomi kita pada bangsa lain.

Masih kurang cukupkah informasi yang tersedia bagi kita?

Kita kembali tergiring untuk menjadi bangsa “Pelayan” ,
( kalimat halus dari kacung atau bahkan budak)

Kapankah kalimat “SEKARANG!” akan bernyawa , agar kita berani melawan dan berusaha bisa berdiri tegak kembali agar bermartabat diatas kaki kita sendiri .

Atau sejarah “hitam” benar-benar akan menengelamkan kita?
Kalau toh memang demikian adanya ,
akankah kita tetap menyiasati hidup ini dengan menjadi “opportunis”? .
Sambil menunggu “Godot”

Mati dalam kemiskinanpun rasanya lebih terhormat .
Harga diri kita sebagai individu , mungkin masih tersisa .
Harga diri sebagai bangsa , masihkah ada?
~
Awali dengan topik “[…]” lalu 

emansipasi2.jpg

Sebuah kalimat yang selalu mengundang kontroversial , terutama bagi kita masyarakat modern . Menurut anda mana yang lebih penting Emansipasi atau Toleransi .
~
Awali dengan topik “[…]” lalu

bingung.jpg

Tidak berkeluh kesah , tapi saya mencoba mencari jawaban ,
agar tau dengan jelas , apa yang ada dan apa yang tak ada dinegeri ini :

1 . di sektor Ekonomi :
Adakah contoh orang sukses , karena kerja keras , tekun , serta jujur dan bermartabat .

2 . di sektor Politik :
Adakah partai yang benar-benar memperjuangkan nasib bangsanya untuk jangka panjang.

3 . di sektor Hukum :
Adakah ahli hukum terkenal , yang memperjuangkan hukum demi kepentingan seluruh warga negara Indonesia.

4 . di sektor Pendidikan :
Adakah tokoh Pendidikan yang terkenal , karena perjuangan-nya yang gigih , agar generasi baru Indonesia  bisa belajar dengan sempurna.

5 . di sektor Kebangsaan:
Adakah tokoh panutan masyarakat ,yang dihormati karena perilaku dan keteladanannya.

6 . di sektor Hiburan:
Adakah Film , musik , lawak , tarian , yang menghibur sekaligus pencerahan , tidak sekedar seperti camilan tanpa gizi yang cenderung menyesatkan.

7. di sektor Agama:
Adakah tokoh agama yang dikenal secara luas , karena akhlaknya yang mulia dan jauh dari bisnis ayat-ayat.

Itu baru tujuh , mungkin anda bisa menjawab pertanyaan saya? atau malah menambahkan? Sekali lagi ini bukan keluh kesah , tapi saya coba bertanya pada anda .
~
Awali dengan topik “[…]” lalu