You are currently browsing the monthly archive for March 2007.
Suatu siang saya menunggu jenazahnya di sebuah pemakaman. Sengaja saya tidak melayat kerumah duka karena terbayang betapa padat serta penuh sesaknya suasana disana. Yang terpenting kan esensi doa kita mengantar jenazah ketempat peristirahatan terakhir dan duka cita kita pada keluarga yang ditinggalkan.
Pukul 12.45 insan pers dari berbagai station TV terlihat mempersiapkan peralatan yang mereka butuhkan. Sahabat-sahabat musisi mulai satu demi satu berdatangan.
Kami saling bersilahturahmi, disamping tema utamanya adalah membicarakan kesehatan almarhum di hari-hari terakhirnya hingga ajal menjemputnya disebuah subuh pagi.
Saya dan banyak teman-teman almarhum tak dapat menyaksikan prosesi pemakaman dari dekat. Karena lingkaran sekeliling liang lahat dipenuhi sesak oleh wartawan/pers dengan kamera-kameranya.
Istri, dengan ditemani keponakan saya, berusaha memaksakan diri untuk menyelinap diantara kerumunan. Dia ingin sekali bisa berada atau paling tidak agak dekat dengan Yanti, istri almarhum.
Beginilah tuturnya pada saya sesaat setelah jenazah ditutup tanah.
“Sinting sekali….! Ada seorang kerabat almarhum ibu-ibu tua (cukup berumur) yang sedang duduk dikursi dia berteriak kesakitan karena kakinya terjepit (terdorong) oleh kerumunan orang-orang infotainment yang meringsek memaksa mendekati liang lahat.
Seketika itu juga keponakan saya berinisyatif menarik tangan kerabat almarhum tersebut agar tidak terjadi kejadian yang lebih parah. Istri sayapun berseru agar jangan mendorong-dorong, karena didepan sudah sangat sempit: hormati dan kasihanilah anggauta keluarga yang sedang berduka…, imbuhnya.
Terbayangkan..kah oleh kita semua? jawaban yang ‘asal’ dari mulut mereka? “ya… kasihanilah kita juga dong… bu, kalau engga kan ngga bisa makan… palingan juga ketiban kamera…“, cerocosnya masa bodoh seolah tak ada sesuatu yang salah.
Sementara saya berdiri agak jauh punya pemandangan tersendiri.
Rupanya ada copet HP yang beraksi dan tertangkap, mungkin juga korbannya juga satu dari infotainment tersebut. Lalu seketika, mungkin juga atas nama solidaritas sesama infotainment mereka memukuli, menginjak, menendang bahkan mencambuk dengan payung (suasana gerimis saat itu).
Mereka tidak peduli bahwa hanya berjarak beberapa meter dari lokasi, prosesi pemakaman baru saja selesai.
Sesampai dirumah saya terpekur merenung,
Ya..Gusti Allah , misteri apa sebenarnya yang sedang diuji_cobakan pada kami.
Selamat jalan Chris, tenanglah disana.
~
Awali dengan topik “[...]” lalu comment .
Masa kecil…, sewaktu di kota malang jawa timur saya sering diajak orang tua rekreasi sekeluarga ke……aduh,namanya lupa (pake ling-ling gitu..trenggaling atau apa ya..)
Pokoknya disana ada danau bisa naik perahu dan lainnya,tapi yang paling berkesan adalah souvenir kapal terbang yang dibuat dari kayu balsa, lalu ada propeller dihidungnya….:)
Jadi kalau dalam mobil menuju pulang , tangan saya memegang mainan tersebut keluar jendela untuk menyambut angin supaya propeller nya muter-muter….wah..top banget dah..
Obsesi jadi pilot sempat menggebu-gebu,tapi yah karena satu dan lain hal nggak kesampaian-lah pokoknya.
Diusia belasan saat sudah bisa dapat duit tanpa minta orang tua , dendam pilot tadi saya salurkan dengan membeli perangkat aero-modelling. Mulai dari pesawat trainer yang culun-culun , sampai ber-tahun tahun kemudian naik kelas mampu memiliki pesawat tempur (ducted fan…eh spelling nya gimana seh? ah pokoknya itu lho,yang enginenya mumpet dalam body jadi seperti mesin jet kalau dari sisi luar)
Juga helicopter dari scale model (spt bell 222) sampai aerobatic model, wah..asyik.
Malang tak bisa ditolak untung tak bisa dikejar, rupiah anjlok…jlok…jlok….
Konsekwensinya nilai tukar dollar menjadi astaga-naga , matilah awak…….
Pelan pelan tapi pasti , jadwal / flight schedulle sang pilotpun melorot tajam…:(
Selesai dan tutup buku pada awal tahun 2002 (kalau ngga keliru..) Semenjak itu nasib pilot mingguan tersebut terkatung-katung….hehehehe…menunggu kamurahan hati temen-temen nya ..eh..sekali-kali masih ada juga yang minjemin…asin deh!
Aha…Tuhan Maha Pemurah, saya diketemukan dengan Flight Simulator ,weeeeeee……
Kulik terus….nah manfaatnya? kalau dulu saya cuman dapat ilmu aero dynamic (visual flight), maka sekarang saya dapat instrument flight (navigation flight)
Luar biasa…saya dan pesawat saya menjelajah seluruh pelosok airport dan lokasi-lokasi diseluruh dunia…its like a Real flight. Scenery (peta) airport Id sampai real weather saya real time semua…hehehehehe
Tapi yaaa itu tadi……pilot meja cing..! kalau crash ngga uring-uringan kaya dulu , wong ngga ngeluarin duit lagi buat repair…,murah , meriah , hati bahagiaaaa….! hati damai….istilah anak saya reza.
Yang masih terasa kurang.., kalau dulu…social lifenya terasa sekali, karena rame-rame ketemu orang-orang se hobby. Nah kalau sekarang ? saya masuki website indoflyer.com dengan harapan ada yang saya kenali….hik..hik..ngga ada man!
Tapi ngga apa-apa mungkin suatu saat bisa diketemukan sama komunitas pilot meja..:)
Hm..akhir-akhir ini kalau ada teman yang mau bepergian by airline,selalu telpon saya …minta diramalin cuaca berdasarkan wheater report dan kondisi dalam perjalanan di angkasa……(hehehee….soalnya….scaarrryyy man..!)
Salah satu yang minta wahyu / ramalan , adalah teman saya Erros djarot. Alhamdullilah .. masih ada manfaat lain yang bisa saya lakukan….:) walau masih sebatas kepada orang yang deg-deg an kalau mau naik pesawat terbang.
~
Awali dengan topik “[...]” lalu comment .
Seorang supir taxi kemaren bercerita pada saya perihal ke-masgulan hatinya.
Biasa.., kalo obrolan dengan supir taxi pasti menyangkut peristiwa se hari-hari di sekitar jalanan
Pertama-tama dia cerita tentang rasa keprihatinannya tentang bencana yang datang ber tubi-tubi di negeri ini , berita terakhir menurutnya adalah banyaknya orang miskin di-daerah yang bunuh diri karena tidak sanggup lagi memikul biaya hidup.
Disamping berita tentang pelindung masyarakat yang akhir-akhir ini saling menembaki temannya sendiri.
Bagaimana nasib keamanan kita nanti ya pak.? bila menghadapi penjahat di-jalanan wong.. .pak polisi saja sudah dibatasi membawa senjata api.? bertanya dia pada saya (wajahnya berpaling menunggu jawaban saya.)
eh..tiba-tiba…prrrriiitttttt…! dia di setop suruh minggir dan berhenti , katanya dia masuk ke-jalur yang salah…..(padahal tanda lalu-lintasnya jelas tidak terlihat) Ngomong punya ngomong …biasa…kesepakatan dengan hantu korupsi terjadi , 50 ribu ngga mau….100 rib juga ngga mau…..maka putuslah 200 ribu,harga sebuah peraturan
Yang bikin dia dongkol/kecewa setengah mati adalah “salam” terakhir pak oknum polisi tsb.
“Terimakasih atas partisipasimu pada kami”
Sumpah serapahpun keluar dari mulut yang tak bisa dibendung lagi…..(@$%!!!##*T^^!!)wuuiih.., bapakku juga pernah jadi polisi…
~
Awali dengan topik “[...]” lalu comment .
